Rabu, 28 Maret 2012

Sebuah Paradoks (Part II)


“Tum paas aaye………”
“Yun muskuraaye…….”
“Tumne na jaane kya sapne dikhaaye…..”

Ok, Stop!
Tenang sodara2 kita bkn sedang berada di balik pepohonan, di taman bunga atau jg di antara batu2 cadas besar di kota asal Mahatma Gandhi sana, tp kt msh ada di Negara kita tercinta, Indonesia Raya Merdeka. (Tapi bener gak ya vidio clip nya itu dibikin di India sana?)
Anyway……
Topic kita kali ini jelaaaaas bukan tentang Ost film India tsb, tp tentang salah satu penggemar fanatic dari film tersebut. Ok, Ralat. Penggemar fanatic semua tentang industry yg memproduksi film tersebut, Bollywood. Dan dialah MEGA FAJRI AINI SARAGIH as  EGA ACHA ACHA.


Pertama liat makhluk yg satu ini, sosok yg asik bergelayut manja dengan teman nya –yg kelak kt ketahui adalah Arie- sudah barang pasti dia adalah salah satu penghuni Kampung Keling. Kenapa demikian? Sudah barang tentu itu jd hipotesis awalku ketika dia mengaku berasal dari Kota Medan sana. “Bah, jauh kali kampung nya” (Sudah barang harus bacanya pake dialeg anak batak dikit ya, hehe..). Yah, buat yg baru kenal seperti aq saat itu, seperti nya hipotesis itu tdk bisa disalahkan. Itu semua karena garis wajah yg dia miliki berasal dari deret susunan genetik keturunan bangsa Arya. Indiaaa bangeeet………....
Klo liat tampang nya nich, bawaan nya pengen langsung cari pohon buat nyanyi dan nari ala2 artis India.
Ok, buat yg satu itu mungkin sedikit berlebihan sih yah.
Ahaaaai…., tp emang marganya gak bisa bohong, SARAGIH adalah identitas mutlak nya sebagai anak BATAK. Meskipun aq tau sih, pasti dia lebih suka klo punya marga KHAN selayaknya artis favorite yg sering bgt nebeng dilayar ponsel nya, SALMAN KHAN.

Dari pertama ketemu waktu OSPEK, kayaknya dia orang yg asik buat diajak temenan. Dan kebetulan NIM kita berurutan. Dan itu membuat kita brada dlm satu kelompok utk tugas mengumpulkan tanaman bunga. Akhirnya kita putuskan aq yg bertugas utk mencari bunga utk di kumpulkan.
Tiba saat kita harus mengumpulkan bunga tsb, ada satu kelompok diantara kita yang entah karna dia memiliki daya imajinasi yg sangat tinggi atau juga lupa akan tugas tsb, akhirnya berinisiatif utk membawa bunga yg baru dia tanam hari itu juga. Dan ada juga yg mungkin punya kekuatan supranatural atau menguasai ilmu debus sehingga merasa bahwa dirinya bisa menghadapi kemarahan senior atau dosen dengan membawa mahkota buah nenas yg dia tancapkan pd kantong polibek hitamnya. Alhasil, hal itu menjadi alasan yg cukup bagi Ega Acha Acha utk membuatnya merasa takut dan terintimidasi. Kepanikannya pun makin memuncak setelah dia cek bunga yg aq bawa -dg mengangkat batang tanaman tersebut-. Wajah bollywood nya putih pucat dan mendadak tirus karna batang tamanan seolah akan lepas dari peraduan nya. Oh kawan, tentu saja tanaman bunga tersebut akan terasa mudah terlepas, karna tanaman tersebut menggunakan media tanam Sekam Padi. Oh God, saat itu aq ikutan panic karna merasa cukup kesulitan juga utk menenangkannya, Fiiiiuuuuwww…….
Dari semua itu bisa aq simpulkan jg bahwa ternyata Ega tuch ternyata anak yg Panik-kan dan kadang jg cenderung mudah takut. Dan aq juga diam2 menyimpulkan bahwa sosok Ega ini adalah sosok wanita yg memang harus dilindungi (What? Dilindungi? Langka kaleee…). Bukan itu sih maksudnya tp emang begitu cara mengungkapkannya. Untung saja dia punya kita, ke 6 teman nya ini -Tepuk Dada-. Apa coba? Moga ja gak bikin orang nya muak klo baca tulisan ini. Hahaha….

Mungkin atas dasar kenyataan bahwa dia adalah makhluk yg harus dilindungi atau karna sosok nya yg telah sukses menguak hasrat dan minat ku pd lagu2 India dimasa kejayaan nya di stasiun TPI yang sdh lama terkubur. Dan tdk menutup kemungkinan juga karna sifat baik dan tulus nya yg membuat kita sepakat utk berteman baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar