“Tum paas aaye………”
“Yun muskuraaye…….”
“Tumne na jaane kya sapne dikhaaye…..”
Ok, Stop!
Tenang sodara2 kita bkn sedang berada di balik pepohonan, di taman bunga atau jg di antara batu2 cadas besar di kota asal Mahatma Gandhi sana, tp kt msh ada di Negara kita tercinta, Indonesia Raya Merdeka. (Tapi bener gak ya vidio clip nya itu dibikin di India sana?)
Tenang sodara2 kita bkn sedang berada di balik pepohonan, di taman bunga atau jg di antara batu2 cadas besar di kota asal Mahatma Gandhi sana, tp kt msh ada di Negara kita tercinta, Indonesia Raya Merdeka. (Tapi bener gak ya vidio clip nya itu dibikin di India sana?)
Anyway……
Topic kita kali ini jelaaaaas bukan tentang Ost
film India tsb, tp tentang salah satu penggemar fanatic dari film tersebut. Ok,
Ralat. Penggemar fanatic semua tentang industry yg memproduksi film tersebut, Bollywood.
Dan dialah MEGA FAJRI AINI SARAGIH as EGA ACHA ACHA.
Pertama liat makhluk yg satu ini, sosok yg asik
bergelayut manja dengan teman nya –yg kelak kt ketahui adalah Arie- sudah
barang pasti dia adalah salah satu penghuni Kampung Keling. Kenapa demikian?
Sudah barang tentu itu jd hipotesis awalku ketika dia mengaku berasal dari Kota
Medan sana. “Bah, jauh kali kampung nya” (Sudah barang harus bacanya pake
dialeg anak batak dikit ya, hehe..). Yah, buat yg baru kenal seperti aq saat
itu, seperti nya hipotesis itu tdk bisa disalahkan. Itu semua karena garis
wajah yg dia miliki berasal dari deret susunan genetik keturunan bangsa Arya.
Indiaaa bangeeet………....
Klo liat tampang nya nich, bawaan nya pengen
langsung cari pohon buat nyanyi dan nari ala2 artis India.
Ok, buat yg satu itu mungkin sedikit berlebihan sih
yah.
Ahaaaai…., tp emang marganya gak bisa bohong,
SARAGIH adalah identitas mutlak nya sebagai anak BATAK. Meskipun aq tau sih,
pasti dia lebih suka klo punya marga KHAN selayaknya artis favorite yg sering
bgt nebeng dilayar ponsel nya, SALMAN KHAN.
Dari pertama ketemu waktu OSPEK, kayaknya dia orang
yg asik buat diajak temenan. Dan kebetulan NIM kita berurutan. Dan itu membuat
kita brada dlm satu kelompok utk tugas mengumpulkan tanaman bunga. Akhirnya
kita putuskan aq yg bertugas utk mencari bunga utk di kumpulkan.
Tiba saat kita harus mengumpulkan bunga tsb, ada
satu kelompok diantara kita yang entah karna dia memiliki daya imajinasi yg
sangat tinggi atau juga lupa akan tugas tsb, akhirnya berinisiatif utk membawa
bunga yg baru dia tanam hari itu juga. Dan ada juga yg mungkin punya kekuatan
supranatural atau menguasai ilmu debus sehingga merasa bahwa dirinya bisa
menghadapi kemarahan senior atau dosen dengan membawa mahkota buah nenas yg dia
tancapkan pd kantong polibek hitamnya. Alhasil, hal itu menjadi alasan yg cukup
bagi Ega Acha Acha utk membuatnya merasa takut dan terintimidasi. Kepanikannya
pun makin memuncak setelah dia cek bunga yg aq bawa -dg mengangkat batang
tanaman tersebut-. Wajah bollywood nya putih pucat dan mendadak tirus karna
batang tamanan seolah akan lepas dari peraduan nya. Oh kawan, tentu saja
tanaman bunga tersebut akan terasa mudah terlepas, karna tanaman tersebut
menggunakan media tanam Sekam Padi. Oh God, saat itu aq ikutan panic karna
merasa cukup kesulitan juga utk menenangkannya, Fiiiiuuuuwww…….
Dari semua itu bisa aq simpulkan jg bahwa ternyata
Ega tuch ternyata anak yg Panik-kan dan kadang jg cenderung mudah takut. Dan aq
juga diam2 menyimpulkan bahwa sosok Ega ini adalah sosok wanita yg memang harus
dilindungi (What? Dilindungi? Langka kaleee…). Bukan itu sih maksudnya tp emang
begitu cara mengungkapkannya. Untung saja dia punya kita, ke 6 teman nya ini
-Tepuk Dada-. Apa coba? Moga ja gak bikin orang nya muak klo baca tulisan ini. Hahaha….
Mungkin atas dasar kenyataan bahwa dia adalah
makhluk yg harus dilindungi atau karna sosok nya yg telah sukses menguak hasrat
dan minat ku pd lagu2 India dimasa kejayaan nya di stasiun TPI yang sdh lama
terkubur. Dan tdk menutup kemungkinan juga karna sifat baik dan tulus nya yg
membuat kita sepakat utk berteman baik.

